Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei, Mapala HANCALA FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta melakukan pendakian dan pendidikan lanjut (Dikjut) di Gunung Lawu, Jawa Tengah. Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 28-30 April 2017. Dikjut Gunung hutan diikuti oleh 10 anggota muda HANCALA angkatan 2016 (peserta) dan 7 anggota tetap HANCALA (panitia).

Pendidikan lanjut ini merupakan suatu rangkaian yang harus diikuti oleh anggota muda HANCALA sebagai syarat pengambilan nomor anggota yang nantinya akan menjadi anggota tetap HANCALA. Sebelumnya anggota muda telah melakukan pendidikan lanjut divisi Caving (gua) berupa eksplor gua di Gua Sibodak, dan pemetaan gua di Gua Sendang Sri yang berlokasi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada tanggal 3-4 Desember 2016. Kemudian dilanjutkan dengan Rigging (memasang lintasan di gua vertikal) dan Cleaning (membersihkan lintasan) di Gua Senen yang berada di Gunungkidul, Yogyakarta pada 24-25 Februari 2017.

Anggota muda HANCALA telah melakukan dikjut divisi Climbing pada tanggal 1-2 April 2017 di tebing Siung, Gunungkidul. Disana mereka melakukan aplikasi pemanjatan dan juga cleaning gantung. Kemudian dilanjutkan dengan dikjut Gunung Hutan di Bukit Klangon, Sleman, Yogyakarta pada 14-15 April 2017. Kegiatan yang dilakukan yaitu menerapkan ilmu survival (bertahan hidup dalam keadaan terdesak/tersesat). Dalam survival yang dilakukan diantaranya cara mencari air dengan prinsip transpirasi dan kondensasi serta cara menjernihkan air. Kemudian dilanjutkan dengan survival membuat api dan membuat jebakan (trap) dari kayu untuk menangkap hewan buruan yang nantinya dapat dikonsumsi. Selain itu juga melakukan kegiatan mengidentifikasi jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi dan digunakan sebagai obat.

Puncak dari kegiatan pendidikan lanjut ialah outdoor divisi Gunung Hutan yang dilanjutkan dengan pembagian divisi untuk masing-masing anggota muda HANCALA. Kegiatan outdoor Gunung Hutan dilaksanakan di Gunung Lawu. Anggota muda dan anggota tetap HANCALA berangkat pada tanggal 28 April 2017 pukul 19.30 dari sekretariat HANCALA menuju stasiun Lempuyangan. Dari stasiun Lempuyangan peserta dan panitia tiba di stasiun Solo Balapan menggunakan KA Prameks pada pukul 21.17 WIB. Kemudian dilanjutkan perjalanan menuju basecamp pendakian Gunung Lawu jalur Cemoro Kandang menggunakan mobil pick up. Hujan deras dan cuaca yang tidak mengurungkan perjalanan sejenak dan akhirnya peserta dan panitia sampai di basecamp pada pukul 01.00 WIB dini hari.

Pada Sabtu, 29 April 2017 sekitar pukul 09.00 WIB setelah selesai sarapan dan pemanasan, peserta yang berjumlah 10 orang melakukan pendakian terlebih dahulu, sedangkan panitia  menyusul 15 menit setelahnya. Pada pendakian ini anggota muda menerapkan ilmu manajemen perjalanan, mulai dari pra perjalanan hingga pasca perjalanan. Ilmu manajemen yang dilakukan berupa manajemen waktu, peralatan, logistik, dan personil. Serta anggota muda mempraktekkan ilmu P3K secara langsung di lapangan. “Ilmu yang saya dapatkan selama mengikuti rangkaian acara ini sangat bermanfaat bagi diri saya, baik untuk masa depan maupun sehari-hari, contohnya dari ilmu manajemen yang diajarkan saya dapat membagi waktu, merencanakan kegiatan, dan saya merasakan efek positif dari kegiatan tersebut” Ucap Ahmad Arif selaku peserta. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam anggota muda sampai di pos 4 dan mendirikan tenda untuk beristirahat disana.

Keesokan harinya pada pukul 08.00 WIB pagi anggota muda dan anggota tetap melanjutkan perjalanan ke puncak Hargo Dumilah yang merupakan puncak tertinggi Gunung Lawu dengan ketinggian 3265 mdpl. Mereka sampai puncak pada pukul 09.30 WIB. Sampai di puncak Lawu peserta dan panitia melakukan upacara pendivisian. Di upacara pendivisian ini sepuluh orang anggota muda dibagi menjadi 3 kelompok divisi, yang dipimpin langsung oleh ketua HANCALA periode 2017 yaitu Umi Latifah (Pend. Biologi 2014). Empat anggota muda HANCALA masuk dalam divisi Caving yaitu Wahyu Widiyati (Kimia 2016), Luthfy Dwi Setiawan (Kimia 2016), Rina Puspasari (Pend. IPA 2016) dan Dian Quratul Aini (Matematika 2016). Kemudian tiga anggota muda dikelompokkan dalam divisi Climbing yaitu Cita Puspa Aisyah (Matematika), Nurul Hidayatun (Matematika 2016), dan Fajri Nur Maghfira (Pend. IPA 2016). Sedangkan tiga anggota muda lainnya yang masuk  kedalam divisi Gunung Hutan yaitu Ahmad Arif (Pend. Kimia 2016), Ika Pramita (Kimia 2016) dan Yunita Aryanti (Pend. IPA 2016).

“Dikelompokkannya anggota muda kedalam beberapa divisi ini, berlandaskan atas minat dan bakat yang dimiliki masing-masing anggota muda. Tujuannya agar dapat mengasah ilmu dan skill atau keahlian dalam divisi masing-masing anggota, yang nantinya ilmu dan keahlian tersebut dapat berguna baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas khususnya dalam menjaga kelestarian alam.” Ujar Mahardika H. N selaku Kadiv Caving periode 2016.

Dari kegiatan Mapala HANCALA tersebut, kita dapat mengerti bahwa untuk menuntut ilmu atau belajar tak hanya dapat dilakukan di dalam bangku sekolah atau perguruan tinggi saja, namun belajar juga dapat dilakukan di alam bebas. Alam juga mengajarkan banyak hal yang tak kita dapat di dalam pendidikan formal, dan pengalaman yang didapat akan menjadi guru yang paling berharga.

Print Friendly, PDF & Email