Rigging (Teknik Pemasangan Lintasan)

Salah satu bentuk kegiatan dalam speleologi adalah caving. Berdasarkan bentuk guanya maka ada dua jenis penelusuran gua yaitu penelusuran gua vertical penelusuran gua horizontal. Teknik pemasangan lintasan tali untuk gua-gua vertikal dengan syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat rigging yang baik :
1.Aman dilewati oleh semua anggota tim
2.Tidak merusak peralatan
3.dapat dilewati oleh semua anggota tim
Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui sebelum memulai pembuatan sebuah lintasan vertical yang nantinya akan

membantu untuk mencapai syarat-syarat rigging yang baik

VIII. Anchor

Dalam memasang sebuah lintasan kita terlebih dahulu harus memilih point tambatan. Point atau obyek yang akan di jadikan tambatan di sebut anchor. Berdasarkan jenisnya, anchor di bagi menjadi anchor alami (natural anchor) dan anchor buatan. Contoh-contoh anchor alami/natural anchor :
1.Pohon.
Sebelum kita memakai jenis ini, kita harus memeriksa umur pohon yang dapat kita lihat dari besarnya, posisi pohon, maupun kondisi dari pohon tersebut

2.Lubang tembus
Sebuah lobang yang bisa kita temui di dinding, lantai maupun atap gua. Kita harus memeriksa kekerasan batuan, keutuhan dan struktur dari batuan tersebut sebelum kita memutuskan untuk memakainya.

3.Rekahan
Atau celah yang bisa terbentuk dari penglisan lapisan (horizontal) maupun crek (vertical). Kita harus selalu memperhitungkan bentuk celah arah penyempitan celah dan arah tarikan yang akan di terima

4.Chock stone
Batu yang terjepit pada sebuah celah schin, berfungsi sebagai pengaman sisip sehingga sering di sebut natural chock

5.Stalaktit dan stalakmit
Untuk jenis ini hanya di pakai sebagai anchor deviasi karena tidak boleh mendapat beban yang besar.

Berdasarkan posisi dan urutan mendapatkan beban, maka anchor di bedakan menjadi
1.Main anchor (anchor utama), yaitu anchor yang secara langsung mendapatkan beban saat lintasan di gunakan.
2.Back up anchor, berfungsi sebagai anchor cadangan bagi main anchor jika main anchor terlepas atau jebol

IX Teknik penelusuran gua vertikal

1. Cimneying.
Apabila kita menemukan dan harus melewati lorong sempit, vertikal dan hanya cukup dengan badan kita, maka posis kita menggunakan tiga tumpuan untuk menaiki/melewati lorong tersebut dengan bertumpuan tangan, punggung, kaki atau lutut seperti orang yang bersandar pada dinding.
2. Bridging
Jika lorong yang kita lalui sempit, vertikal dan hanya cukup di lewati oleh badan kita, maka posisi yang tepat yaitu dengan menggunakan empat tumpuan pemanjatan.
Yaitu kedua kaki dan kedua tangan yang bertumpu pada dinding gua
3. Single Rope Teknik
kadang-kadang kita menemukan gua/lorong yang berbentuk vertikal atau sumuran. Maka kita menggunakan teknik penelusuran dengan satu tali yang menggunakan beberapa peralatan.

X. Teknik Penelusuran Gua Horizontal

Medan pada gua horizontal sangat bervariasi. Mulai pada lorong-lorong yang dapat dengan mudah di telusuri, sampai lorong yang membutuhkan teknik khusus untuk dapat melewatinya.
1.Lumpur
Untuk melewatinya, kita bergerak dengan posisi seperti berenang. Dengan posisi seperti ini akan lebih mudah untuk melewatinya dan menghemat tenaga.
2.Air
Untuk melewatinya kita harus diving, yaitu teknik penyelaman dengan alat bantu pernapasan dan baju khusus. Untuk perbandingan resiko kematian pada cave diving adalah 60% tewas, sedangkan resiko caving 15% tewas
3.Vertikal
Dalam suatu penelusuran gua terkadang kita menjumpai adanya waterfall ataupun lorong yang terletak di atas kita

4.Teknik-teknik melewat lorong
Crawlng (merangkak)
belly-crawling
squeezing
ducking

Print Friendly, PDF & Email